PAK KASMAN, LEGENDA SATE AMBAL TAK KENAL ZAMAN

Keboemen.com – Manusia membutuhkan makan agar dapat melangsungkan kehidupan. Tanpa makan tubuh tidak memiliki tenaga untuk melakukan segala aktivitas. Tentunya kita makan setiap hari untuk mencukupi asupan gizi bagi tubuh kita. Namun tidak hanya cukup makan saja yang dibutuhkan manusia pada umumnya melainkan juga rasa. Kita dikaruniai lidah sebagai perasa sehingga dapat memilih makanan yang dirasa enak atau yang tidak. Pastilah makanan enak yang menjadi pilihan anda.

Dari sekian banyak makanan, hampir setiap orang mengenal makanan yang bernama sate. Ya. Sate termasuk makanan yang enak bagi sebagian besar orang. Makanan sate berbahan dasar daging. Daging yang sering digunakan adalah daging ayam dan kambing. Daging yang dipotong-potong sebesar ujung jari kemudian ditusuk menggunakan lidi/ belahan bambu. Kemudian di bakar di atas arang dan disajikan dengan sambal. Rasa daging yang enak dipadu dengan sambal yang nikmat menambah kelezatan dari makanan yang bernama sate ini.

Sate banyak macamnya. Sate madura mungkin sate yang paling sering anda jumpai di berbagai daerah, namun jika anda berkunjung ke daerah Kabupaten Kebumen Jawa Tengah tepatnya di Kecamatan Ambal anda akan menjumpai deretan warung sate di sebelah kanan-kiri jalan. Bedanya ini bukan sate madura melainkan sate ambal.

Gambar: Sate ayam khas ambal

Gambar: Sate ayam khas ambal

Sate ambal inilah makanan khas warga kebumen pada umumnya dan warga ambal pada khususnya. Jangan salah, sate ambal ini sudah dikenal secara luas lhoo…, buktinya sudah berkali-kali disiarkan lewat stasiun tv nasional. Penasaran dengan sate ambal? Lanjut bacanya ke bawah.

AWAL MULA SATE AMBAL

Dari zaman dahulu, sate sudah dikenal masyarakat di Jawa khususnya sebagai makanan khas yang diakui kelezatannya. Mulanya hanya kaum yang tergolong ekonomi menengah ke atas yang dapat menikmati makanan ini. Seiring berjalannya waktu, mulai pudarlah anggapan yang mengatakan sate hanya dimakan oleh kalangan wong sugih (orang kaya/ berada). Mulailah masyarakat berlomba-lomba menciptakan sate dengan tingkat kelezatan yang paling tinggi hingga terciptalah sate ambal seperti yang ada sekarang ini.

Sate ambal ini bahannya dari daging ayam. Pengolahannya mirip sate ayam pada umumnya, hanya ada beberapa bumbu rahasia yang membuatnya empuk dan nikmat ketika bertemu lidah. Pembeda berikutnya ada pada sambalnya. Sambal sate ambal menggunakan bumbu berbahan dasar tempe, bukan sambal kacang atau sambal kecap. Racikan sambal ini lah yang biasanya membedakan citarasa masing-masing pembuat sate ambal meskipun pada umumnya sama jika tidak terlalu jeli memperhatikan.

Mulanya, sate ambal hanya dijual oleh pedagang panggul, hingga pada akhirnya ada salah satu pedagang yang mulai mempelopori mendirikan warung sate ambal. Didirikan warung sate ambal agar pembeli tidak repot ketika membutuhkan, karena zaman dahulu sate ambal hanya dijual ketika hari pasaran dan ketika ada hiburan rakyat saja. Selain hari tersebut mereka akan susah mencari pedagang sate. Demikianlah yang menjadikan para pedagang sate ambal kemudian mendirikan warung sate ambal.

SANG LEGENDA WARUNG SATE AMBAL

Dari puluhan warung sate ambal yang kini berdiri di tepi jalan Daendels (wilayah desa ambalresmi), ada satu warung sate ambal yang melegenda yakni Warung Sate Ayam Ambal Pak Haji Kasman. Letaknya di sebelah barat daya Pasar Ambal. Menurut penuturan Hj. Samilah (63) yang merupakan istri Pak H. Kasman menuturkan, usaha warung sate ambalnya didirikan sejak tahun 70an “ nggih niku sampun kawit riyin, sampun wonten 40 taun” (ya itu sudah dari dulu sudah ada 40 tahun). Didirikan sekitar tahun 70an hingga kini masih menjadi salah satu warung sate ambal yang paling favorit. Buah kegigihan Pak Kasman dan keluarga sejak zaman dahulu kini telah dapat dinikmati. Namanya sukses melegenda diantara pedagang warung sate ambal lainnya.

Gambar: Warung Sate Ayam Pak Kasman

Gambar: Warung Sate Ayam Pak Kasman

Citarasa yang dipertahankan hingga sekarang adalah bekal Pak Kasman memetik kesuksesan sebagai pengusaha sate ambal. Terbukti hingga sekarang banyak yang menggunakan namanya sebagai nama cabang sebagai contoh warung sate putra pak Kasman, warung sate ambal cucu pak kasman, dan sebagainya.

Warung Pak Kasman ini berdiri di tepi jalan sehingga akses menuju lokasi sangatlah mudah, didukung oleh parkir yang cukup memadai di depan warung sehingga anda tidak perlu khawatir dengan kiendaraan anda.

Gambar: Tempat parkir yang memadai.

Gambar: Tempat parkir yang memadai.

 

FASILITAS DI DALAM WARUNG PAK KASMAN

Warung Pak Kasman berdiri sederhana namun tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan pelanggan. Anda dapat memilih tempat duduk lesehan maupun duduk di kursi. Washtafel, toilet, minuman dingin dan jajanan yang lainnya juga tersedia.

Gambar: Tempat lesehan

Gambar: Tempat lesehan

 

Gambar: Tempat cuci tangan

Gambar: Tempat cuci tangan

 

Gambar: Toilet bersih

Gambar: Toilet bersih

 

Gambar: Tersedia minuman dingin dan jajanan

Gambar: Tersedia minuman dingin dan jajanan

 

DAFTAR HARGA

Tentunya harga menjadi pertanyaan penting sebelum anda membeli, untuk harga sate ambal di warung Pak Kasman cukup terjangkau, daftar harga sebagai berikut:

No Nama Satuan Harga
1 Sate 10 tusuk Rp 15.000,-
2 Ketupat 1 porsi Rp 4.000,-
3 Es Teh 1 gelas Rp 2.000,-

Namun ada catatan, pada saat lebaran harga akan naik menjadi Rp 17.000,00 per 10 tusuk. Meskipun demikian, warung pak Kasman akan bermurah hati tetap melayani jika anda memesan disesuaikan dengan harga yang anda inginkan. Anda juga bisa memesan sate ayam ambal Pak Kasman di nomor HP. 0811327007295.

(senthirlengopotro)

Add Comment