KECAMATAN AMBAL MENJADI KABUPATEN AMBAL

Keboemen.com – Mendengar nama ambal yang terbayang adalah sate ambal. Sate ayam yang menjadi khasnya daerah ambal ini memang sudah terkenal baik di daerah kabupaten Kebumen sendiri maupun ke wilayah lainnya. Memang nama ambal melekat dengan nama kuliner khas kebumen tersebut. Namun siapa yang menyangka kalau ternyata ambal dulunya adalah nama kabupaten. Kabupaten Ambal berdiri selama 44 tahun yakni dari tahun 1828-1872 Masehi.

Daerah pesisir selatan atau yang dulu dikenal dengan nama urut sewu, khususnya Ambal dulunya merupakan daerah hitam. Disana ada seorang begal sakti mandraguna yang sering berbuat jahat, dia merampok dan merampas barang. Namanya Puja atau Gamawijaya. Masyarakat menjadi takut jika akan melewati daerah ambal. Akhirnya oleh pemerintah kolonial Belanda pada saat itu dibuatlah sayembara. Awalnya tidak ada yang berani mengikuti sayembara tersebut. Hingga akhirnya Semedi, putra dari selir Hamengku Buwono III, yang mengungsi ke Kedu. Pangkatnya naik dari ordenans menjadi kolektur di Kebumen dengan nama Raden Ngabehi Mangunprawira.

Dia pemberani, dan berniat mengikuti sayembara itu. Dia kemudian berbicara dengan Lurah Desa Sijeruk, Wargantaka dan putranya Andaga. Wargantaka dan Puja adalah saudara seperguruan. Mereka sama-sama berguru pada Gamawikangka. Berkat kerjasama itu, rahasia kekuatan dan kelemahan Puja akhirnya bisa diketahui Mangunprawira. Wargantaka mendukung Mangunprawira menumpas penjahat tersebut. Puja pun terbunuh. Mangunprawira dipromosikan menjadi Bupati Ambal seumur hidup, dengan nama K.R.A.H. Poerbanagara.

Pusat kabupaten dulunya berada di desa Ambalresmi Kecamatan Ambal. Sekarang sudah tidak ada lagi bekas bangunan yang menjadi pusat pemerintahan kabupaten Ambal tersebut. Beberapa peningggalan membuktikan bahwa Ambal dulunya memang menjadi pusat pemerintahan kabupaten, diantaranya:

1. Jalan Purbonegoro
Jalan ini membentang dari depan Koramil Ambal (sebelah utara pasar Ambal) ke arah barat sampai jalan kecamatan. Jalan ini termasuk jalan yang lebar sehingga untuk dilewati dua truk sekaligus pun bisa. Sayangnya jalan ini lama tidak mendapatkan perhatian pemerintah, barulah di akhir tahun 2015 jalan ini telah diaspal. Jalan yang lebar membuktikan adanya tempat penting di sekitar daerah tersebut yakni adanya pusat pemerintahan daerah kabupaten Ambal. Jarang terdapat jalan selebar jalan purbonegoro di daerah ambal, sehingga pasti ada sesuatu dibalik pembuatan jalan yang lebar tersebut.

 

Gambar: Jln. Purbonegoro yang dulunya menjadi jalan di pusat Kabupaten Ambal

Gambar: Jln. Purbonegoro yang dulunya menjadi jalan di pusat Kabupaten Ambal

 

Gambar: Jalan Purbonegoro yang baru diaspal

Gambar: Jalan Purbonegoro yang baru diaspal

 

2.Bekas pusat pemerintahan kabupaten

Sangat disayangkan bekas pendopo kabupaten Ambal sudah tidak ada. Sekarang yang tersisa hanyalah tanah yang luas dan ditumbuhi belasan pohon manggis dan buah-buahan lainnya.

 

3.Makam bupati Ambal (K.R.A.A. Poerbonegoro)
Makam bupati Ambal ini terletak di desa Bener Wetan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Sekitar 6 KM dari desa Ambalresmi ke arah timur laut. Makam bupati ambal telah diakui oleh pemerintah daerah Kabupaten Kebumen sebagai salah satu cagar budaya. Namun sayang hanya papan nama cagar budaya saja yang dipasang sedangkan perhatian pemerintah untuk menjaga dan melestarikan makam belum ada. Kondisi makam Alm. K.R.A.A. Poerbonegoro bupati Ambal I dari keturunan trah Kolopaking babad alas Kebumen yang memimpin Kabupaten Ambal dari 1830-1872, saat ini kurang di perhatikan oleh Pemerintah daerah Kebumen, makam Alm K.R.A.A Poerbonegoro sebagai situs sejarah yang sangat mahal harganya, serta investasi wisata untuk ziarah dan studi sejarah ini belum sepenuhnya diperhatikan.

Juru Kunci makam bapak Slamet (59) mengatakan, ”Jalan ke lokasi belum beraspal, penerangan makam belum ada, tidak adanya kesejehteraan kepada juru kunci (penjaga makam), serta tidak adanya rumah juru kunci untuk melayani tamu yang hendak datang ke makam. Alm. K.R.A.A Poerbonegoro merupakan Bupati 1 kabupaten Ambal sebelum terbentuknya kabupaten Kebumen, dikala itu memimpin Kabupaten Ambal yang mempunyai wilayah dari dari timur Congot sampai Karangbolong yang sering terkenal nama urut sewu.”

Memang sangat disayangkan ketika cagar budaya yang semestinya dijaga dan diperhatikan oleh pemerintah daerah kini seperti dibiarkan. Meskipun demikian, Slamet tetap menjaga dan merawat makam bupati ambal tersebut karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai juru kunci yang secara turun temurun di keluarganya dan dia adalah keturunan ke-4.

 

Gambar: Jalan menuju makam bupati Ambal

Gambar: Jalan menuju makam bupati Ambal

 

Gambar: Papan nama sebagai bukti pengakuan pemerintah menjadikan makam bupati ambal sebagai cagar budaya.

Gambar: Papan nama sebagai bukti pengakuan pemerintah menjadikan makam bupati ambal sebagai cagar budaya.

 

Gambar: Papan nama makam bupati Ambal

Gambar: Papan nama makam bupati Ambal

 

Gambar: Kondisi makam bupati Ambal

Gambar: Kondisi makam bupati Ambal

 

Gambar: Potret bupati Ambal

Gambar: Potret bupati Ambal

 

Gambar: Kondisi di serambi makam

Gambar: Kondisi di serambi makam

 

Gambar: Bangunan makam bupati Ambal.

Gambar: Bangunan makam bupati Ambal.

(senthirlengopotro)

One Response

  1. admin 1 year ago

Add Comment