DARI GERSANG MENJADI PUNDI-PUNDI UANG

Keboemen.com – Ambal Kebumen, pada jaman dahulu wilayah kebumen bagian pesisir selatan ini hanya terkenal saat hari libur atau musim lebaran tiba. Mereka beramai-ramai mengunjungi pantai selatan bersama keluarga dan sanak saudara untuk berwisata. Pantai menjadi destinasi wisata utama di daerah pesisir selatan kebumen. Mulai dari pantai paling timur kebumen yakni pantai rawa, pantai ambal, pantai brecong, pantai setrojenar, pantai petanahan, pantai karangbolong, pantai pasir, pantai menganti, hingga pantai ayah, semuanya ramai pengunjung. Setelah musim liburan dan lebaran usai, maka tempat-tempat tersebut menjadi sepi. Para pemilik kedai di pesisir pantai pun sepi pembeli, otomatis pendapatan pun berhenti.

Haruslah ada usaha lain untuk menggerakkan perekonomian. Apalagi mayoritas masyarakat adalah sebagai petani, komoditas pertanianlah yang harus ditingkatkan. Hanya saja dulu wilayah kebumen bagian selatan dapat dikatakan hanya sebagai lahan tandus dan gersang karena kondisi lahan yang berpasir sehingga kurang bagus untuk pertanian.

Wilayah pesisir pantai selatan, katakanlah daerah pesisir pantai adalah sawah dengan kondisi tanah berpasir. Tandus dan gersang. Tapi itu dulu yang hanya dijadikan sebagai lahan gembala kambing oleh penduduk pantai selatan. Berbeda dengan sekarang yang para petaninya memiliki pemikiran yang berkembang dan inovatif. Lahan yang dulunya gersang sekarang telah disulap menjadi kebun sayur dan buah-buahan. Sayuran seperti tomat, terong, cabai, kacang panjang, gambas, dan pare sudah banyak dihasilkan oleh petani disini. Buah-buahan yang dihasilkan diantaranya semangka, melon, dan pepaya. Petani yang inovatif inilah yang menjadikan lahan pesisir selatan sebagai daerah penggerak ekonomi masyarakat di daerah pesisir selatan.

Beberapa hasil pertanian di atas, seperti semangka dan melon merupakan komoditas yang paling banyak menjadi perhatian para pebisnis buah dari luar daerah. Buah-buah ini biasanya dipasarkan hingga ke Ciamis, Bandung, sampai Jakarta.

Di daerah ambal, petani semangka dan melon tinggal menunggu beberapa minggu lagi hingga sampai pada panen raya. Diperkirakan mulai pertengahan desember bebrapa petani semangka dan melon sudah mulai panen. Belum dapat dipastikan berapa besaran harga di pasaran saat ini, yang jelas pada panen yang lalu harga semangka berkisar Rp 3.000,00/ kg sedangkan harga melon berkisar Rp 4.000,00/ kg. Semoga saja harga tidak anjlok agar para petani tidak merugi.

 

Lahan penanaman melon di daerah pesisir ambal

Lahan penanaman melon di daerah pesisir ambal

(senthirlengopotro)

Add Comment